NOFX at PRJ (21 April 2007)
NOFX dengan opening act: Khing Ly Chee band cadas asal hongkong ini cukuplah memanaskan raga yang sudah cukup menggigil letih dalam perjalanan & antrian tiket yang membosankan ditambah hardikan aparat keparat yang menyita botol aquaku berisikan vodka gepeng murahan yang gue beli di warung jamu di daerah jakarta selatan.
Gue waktu itu pergi bareng si Onta aka Pitra aka Lentera Tanah. Memang ini sebuah konser yang sangat dinanti2kan oleh setiap “The Brews” ato punkers sejati semenjak lahir. Persetan dengan isu2 rusuh, tiket di sabotase, dll. Darah pun aku relakan untuk menonton si Fat Mike dkk beraksi. Setiba di arena PRJ, penantian pembukakaan gerbang konser, jantung ini sudah berdetak menghentak2 tak terarah menunggu pukul yang dinantikan. Fenomena punkers dari seluruh indonesia berkumpul dengan carut marut sisik muka teler mereka yang mengeluarkan bau tak sedap dari mulutnya. Semua satu, setia menunggu…
“Ini seperti naik haji!” pikirku. Beribu anak punk bersatu cuma untuk melihat langsung performance dari empat orang asal california yang suka mencela2 orang dgn guyonan2 jorok seperti sampah. Seperti kata Tim Armstrong Rancid di Lagunya “Journey To The End”.. ; “This is no Mecca man… This Place is fu*!!” Benar! Ini hanya seperti seonggok sampah ditengah beribu sampah dari negeri miskin dr dunia ke-3 diiringi musik punk kencang seperti kereta api dan skali2 sedikit skankin’ gapapa.
Overall, Its the history in mylife!! fu*in’ Hell!
Aku puas walau sedikit sempoyongan.. lagu2 brturut2 dihajar tanpa henti seperti; Dinosaurs Will Die, Franco Un-American, Lenoleum, The Brews, Don’t Call Me White, Murder the Government, dll. Juga “Do What You Want” dari Bad Religion dan “Radio” dari Rancid yang diaransemen menjadi Reggae. Manthap!! Langsung hawa konser bersibak asap ganja dimana2. Shitz!! Join dong!! Dan tidak lupa salah satu anthem “Kill All The White Men” yang bikin body massa berdansa seperti anak haram!!
Sesekali Mike menghujat Good Charlotte yang akan manggung empat hari setelahnya yg dipromotori Java Musikindo. Dan juga nyela kita sebagai bangsa miskin (poor punker is the real punk). Terbukti sekitar 200 org anak punk jalanan masuk menerobos blokade gerbang bergabung dengan anak2 lainnya. Dari mahasiswa, orang yang berlagak pers, sok musisi, bule2 punk, semua campur aduk tenggelam dalam irama berisik dan beringas! Seperti biasa pasti ada encore dan abis itu pulang..
yah segitu yang saya ingat.. Abis itu,The Cure di Singapore 1agustus2007 saya ga mampu. MxPx Jan2008 di Tennis Indoor saya pikir tiketnya kemahalan. Dan The Police 2Feb2008 Singapore saya tidak menang2 kuis dari esia, Damn!! Yah inilah nasib tidak mampu nton konser idola di negara yang miskin, an*!!

The History of MyLife (Sorry motonya dari HP)